ini catatan pribadi ku ya... do not to copy.. hahaha..
this for my love , i dont know where she now...my wife
Hari
ini adalah hari di ujung sepiku yang melanda hilang berputar dalam asa.. ku
hilang diterpa oleh puing – puing kerinduan terpaku sedih dalam penyesalan.
Bersama raut wajah kebimbangan, dimana kau berada sedang apa kau disana. Hanya
untai demi untai kata dalam diari kerinduan sebagai penentram kegelisahan yang
ku landa. Ku hanya diam , ku hanya berdoa, namun aku hanya manusia biasa yang
tlah lemah oleh hati. Bayangan dan anganmu selalu terdengar dalam bisik – bisik
lembut oleh angin yang diterpa kepadaku.. aku bingung seribu bahasa. Ku ingin
lupakan semua jalani semua tapi ku terasa tak mampu tanpa kau disisiku.
Penyemangat hidupku, api yang berkobar dalam benak jantungku terasa padamu. Tak
mampu lagi tuk menyala. Namun kenangan tentangmu tak kan mungkin hilang walau
sampai jasat ini terbujur kaku dalam lembah kematian. Ku selalu berharap ada
kehidupan kedua walau nanti ku hanya sebagai kupu-kupu, namun aku ingin melihat
sosok wajamu dlm dekat.
Mengapa
Tuhan… mengapa kau beri takdir pada manusia ini yang tak berdaya, mengapa Tuhan
mengapa ada ke ego an dalam diri manusia, bias – bias semua nih menjadi
penghantar ku saat malam tiba. Saat keheningan melanda. Mimpi selalu terbayang
oleh penyesalan. Terjatuh oleh puing – puing harapan ku ingin semua itu ada.
Namun tetaplah tiada. Ku ingin ketika ku terjaga dalam tidurku, ketika m ata
melihat bayangmu berada dalam pandangku. Walau itu tak mungkin terjadi. Karena
mungkin bunga yang tlah lama pergi, tlah dipetik oleh lainnya. Namun semua itu
hanya menjadi harap dari manusia yang lemah ini.
Aku
tahu, siapakah aku ini… siapakah aku yang hanya sebutir debu sanggup merubuhkan
batu. Aku bukan lah apa dan siapa.. dan
mengapa ku minta suatu yang mustahil suatu hal yang terjadi tlah menjadi
takdirku. Apalah harapku , dan biarlah ini menjadi dosa yang ku miliki. Dan
biarlah air yang jernih ini tlah keruh oleh ego.
Tawa
dan candamu selalu saja berhembus dalam fikiranku.. namun ketika mata dalam
pandang yang terlihat hanya sudut – sudut kebingungan. Ku ingin lupakan dan berlari
pergi meninggalkan semua. Tapi ku tak bisa. Seperti ku teleh terbelenggu oleh
semua ini. Namun aku selalu berharap, sebelum gelap terbitlah terang. Sesudah
malam terbitlah siang. Dan ku selalu berharap cintamu tak pudar oleh seiringnya
waktu. Meski ku tak dapa melihat semua. Dan hidup hanya sebuah sekenario akan
dating dimana kebahagiaan itu tiba. Akan dating dimana tawa melanda. Akan
dating dimana angin berhembus mesra. Walau itu tak mungkin terjadi biarlah itu
menjadi doa. Doa bagai air yang sanggup hancurkan karaang. Apa yang tak mungkin
menjadi mungkin.
GOD
BLESS YOU my wife