Minggu, 22 Februari 2015

yups.... welcome to my heart...

ini catatan pribadi ku ya... do not to copy.. hahaha..

this for my love , i dont know where she now...my wife

Hari ini adalah hari di ujung sepiku yang melanda hilang berputar dalam asa.. ku hilang diterpa oleh puing – puing kerinduan terpaku sedih dalam penyesalan. Bersama raut wajah kebimbangan, dimana kau berada sedang apa kau disana. Hanya untai demi untai kata dalam diari kerinduan sebagai penentram kegelisahan yang ku landa. Ku hanya diam , ku hanya berdoa, namun aku hanya manusia biasa yang tlah lemah oleh hati. Bayangan dan anganmu selalu terdengar dalam bisik – bisik lembut oleh angin yang diterpa kepadaku.. aku bingung seribu bahasa. Ku ingin lupakan semua jalani semua tapi ku terasa tak mampu tanpa kau disisiku. Penyemangat hidupku, api yang berkobar dalam benak jantungku terasa padamu. Tak mampu lagi tuk menyala. Namun kenangan tentangmu tak kan mungkin hilang walau sampai jasat ini terbujur kaku dalam lembah kematian. Ku selalu berharap ada kehidupan kedua walau nanti ku hanya sebagai kupu-kupu, namun aku ingin melihat sosok wajamu dlm dekat.
Mengapa Tuhan… mengapa kau beri takdir pada manusia ini yang tak berdaya, mengapa Tuhan mengapa ada ke ego an dalam diri manusia, bias – bias semua nih menjadi penghantar ku saat malam tiba. Saat keheningan melanda. Mimpi selalu terbayang oleh penyesalan. Terjatuh oleh puing – puing harapan ku ingin semua itu ada. Namun tetaplah tiada. Ku ingin ketika ku terjaga dalam tidurku, ketika m ata melihat bayangmu berada dalam pandangku. Walau itu tak mungkin terjadi. Karena mungkin bunga yang tlah lama pergi, tlah dipetik oleh lainnya. Namun semua itu hanya menjadi harap dari manusia yang lemah ini.
Aku tahu, siapakah aku ini… siapakah aku yang hanya sebutir debu sanggup merubuhkan batu. Aku bukan lah apa dan siapa.. dan  mengapa ku minta suatu yang mustahil suatu hal yang terjadi tlah menjadi takdirku. Apalah harapku , dan biarlah ini menjadi dosa yang ku miliki. Dan biarlah air yang jernih ini tlah keruh oleh ego.
Tawa dan candamu selalu saja berhembus dalam fikiranku.. namun ketika mata dalam pandang yang terlihat hanya sudut – sudut kebingungan. Ku ingin lupakan dan berlari pergi meninggalkan semua. Tapi ku tak bisa. Seperti ku teleh terbelenggu oleh semua ini. Namun aku selalu berharap, sebelum gelap terbitlah terang. Sesudah malam terbitlah siang. Dan ku selalu berharap cintamu tak pudar oleh seiringnya waktu. Meski ku tak dapa melihat semua. Dan hidup hanya sebuah sekenario akan dating dimana kebahagiaan itu tiba. Akan dating dimana tawa melanda. Akan dating dimana angin berhembus mesra. Walau itu tak mungkin terjadi biarlah itu menjadi doa. Doa bagai air yang sanggup hancurkan karaang. Apa yang tak mungkin menjadi mungkin.


GOD BLESS YOU my wife